Kamis, 22 Desember 2011

evaluasi program peningkatan kedisiplinan dengan metode cipp dapat meningkatkan kedisiplinan belajar siswa


BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Siswa yang mempunyai disiplin akan mempermudahkan dia untuk belajar, mudah menyesuaikan diri dengan teman, guru, dan orang tua. Dengan disiplin siswa dapat memiliki pribadiyang di percaya dan akan di senangi oleh orang sekitarnya. Sebagai landasan penguraian mengenai apa yang dimaksud dengan disiplin dikemukakan beberapa definisi dari beberapa ahli:
Disiplinan adalah suatu sikap tingkah laku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari perusahaan baik tertulis maupun tidak tertulis( Alex S. Nitisemito(1984: 199) ).
Displin adalah kegiatan manajemen untuk menjalankan standar organisasional(   T.HaniHandoko(1994:208) ).Disiplin adalah sebagai sikap seseorang atau kelompok yang berniat untuk mengikuti aturan-aturan yang telah diterapkan (dalam yuspratiwi, 1990 ). Mengikut Kamus Bahasa Melayu terbitan Utusan Publication and Distributors Sdn. Bhd. (1995) mendefinisikan disiplin sebagai “ kepatuhan, kesetiaan dan ketaatan kepada peraturan-peraturan yang ditetapkan”.  Manakala mengikut Kamus Dewan Edisi Baru Terbitan DBP, KL (1989) mendefinisikan disiplin sebagai “Latihan terutamanya pemikiran dan kelakuan supaya boleh mengawal diri sendiri mengikut peraturan yang ditetapkan dan sekiranya ini berlaku sebaliknya hukuman atau denda dikenakan.Mengikut Barbara An Kipter, Ph.D dalam Roger’s 21st Century Thesaurus, beliau mengatakan disiplin ituadalah “latihan dan dendaan (Training and punishment)”.
Jadi Disiplinadalah peraturan atau undang-undang yang bertujuan untuk membentuk para pelajar yang sesuai dengan kehendak agama ,norma-norma masyarakat dan undang-undang sebuah Negara.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kedisiplinan
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi suatu disiplin siswa. Menurut Gouzali Saydam(1996:202),faktor-faktor tersebut antara lain:
a.Besar kecilnya pemberian kompensasi
b.Ada tidaknya keteladanan pimpinan.
c.Ada tidaknya aturan pasti yang dapat dijadikan pegangan
d.Keberanian pimpinan dalam mengambil tindakan
e.Ada tidaknya pengawasan pimpinan
f.Ada tidaknya perhatian kepada siswa
g.Diciptakan kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya disiplin
Berdasarakan fakta dan analisis di lapangan masih banyak siswa yang tidak disiplin selalu melanggar tatatertib sekolah seperti terlambat datang kesekolah, terlambat bayar uang sekolah, terlambat ngumpulkan tugas di karenakan kurang optimalnya kepemimpinan konselor, guru-guru di sekolah. Maka dari itu penulis membuat tulisan ini bertujuan untuk memberikan gagasan agar konselor memiliki sikap kepemimpinan. Karena tanpa sikap kepemimpinan seorang konselor tidak memiliki kemampuan untuk mempengaruhi prilaku seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu pada situasi tertentu. Karena kita lihat di lapangan kepemimpinan seorang konselor tidak mencerminkan suatu prilaku yang tidak baik, sehingga siswanya tidak dapat mengambil sisi baik dari guru.  Karena guru yang baik harus bisa memimpin siwanya untuk memiliki sifat disiplin.
Maka dalam evauasi program ini dipakai model evaluasi CIPP.Model CIPP merupakan salah satu model yang paling sering dipakai oleh evaluator. Model ini terdiri dari 4 komponen evaluasi sesuai dengan nama model itu sendiri yang merupakan singkatan dari Context, Input, Process dan Product.
1.      Evaluasi konteks (context evaluation) merupakan dasar dari evaluasi yang bertujuan menyediakan alasan-alasan (rationale) dalam penentuan tujuan (Baline R. Worthern & James R Sanders : 1979) Karenanya upaya yang dilakukan evaluator dalam evaluasi konteks ini adalah memberikan gambaran dan rincian terhadap lingkungan, kebutuhan serta tujuan (goal).
2.      Evaluasi input (input evaluation) merupakan evaluasi yang bertujuan menyediakan informasi untuk menentukan bagaimana menggunakan sumberdaya yang tersedia dalam mencapai tujuan program.
3.      Evaluasi proses (process evaluation) diarahkan pada sejauh mana kegiatan yang direncanakan tersebut sudah dilaksanakan. Ketika sebuah program telah disetujui dan dimulai, maka dibutuhkanlah evaluasi proses dalam menyediakan umpan balik (feedback) bagi orang yang bertanggungjawab dalam melaksanakan program tersebut
4.      Evaluasi Produk (product evaluation) merupakan bagian terakhir dari model CIPP. Evaluasi ini bertujuan mengukur dan menginterpretasikan capaian-capaian program. Evaluasi produk menunjukkan perubahan-perubahan yang terjadi pada input. Dalam proses ini, evaluasi produk menyediakan informasi apakah program itu akan dilanjutkan, dimodifikasi kembali atau bahkan akan dihentikan.

A.    Rumusan Masalah
Sesuai dengan latar belakang dalam penelitian ini maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah melalui evaluasi program peningkatan kedisiplinan dengan metode cipp dapat meningkatkan kedisiplinan belajar siswa?”

B.     Tujuan Pembahasan
Adapun tujuan penulisan PENELITIAN ini adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui seberapa tinggi disiplin yang di miliki siswa.

C.    Manfaat Pembahasan
1.      Sebagai salah satu acuan pemerintah dan para pendidik dalam mengurangi masalah disiplin siswa,
2.      Sebagai wacana dan wahana meningkatkan pembendaharaan  ilmu pengetahuan dan penyelesaian global khususnya masalah ketidak disiplinan siswa yang di pengaruhi kurang optimalnya kepemimpinan si sekolah.










BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Evaluasi
Ada tiga istilah yang digunakan dalam merumuskan evaluasi program,yaitu”evaluasi”(Evaluation),”pengukuran”(measurement),and “penulisan”(assesment).Menurut AS Horny,1986,evaluasi adalah upaya untuk menentukan nilai atau jumlah.
Menurut Suchman 1961(dalam Anderson,1975) memandang evaluasi sebagai sebuah proses menentukan hasil yang telah dicpai beberapa kegiatan yang direncanakan untuk mendukung tercapainya tujuan.
Menurut Worthen dan Sanders 1961(dalam Anderson 1971) Evalusi adalah kegiatan mencari sesuatu yang berharga tentang sesuatu;dalam mencari sesuatu tersebut,juga termasuk mencari informasi yang bermanfaat dalam menilai keberadaan suatu program,produksi,prosedur,serta alternatif strategi yanag diajukan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan.
Menurut Stufflebeam(1971,dalam Fernandes 184) mengatakan bahwa evaluasi merupakan proses penggambaran,pencarian,dan pemberian informasi yang sangat bermanfaat bagi pengambilan keputusan dalam menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil sebuah keputusan.
Menurut Bryant dan White dalam Kuncoro (1997), evaluasi adalah upaya untuk mendokumentasikan dan melakukan penilaian tentang apa yang terjadi. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata evaluasi berarti penilaian hasil.
Anderson (dalam Arikunto, 2004 : 1) memandang evaluasi sebagai sebuah proses menentukan hasil yang telah dicapai beberapa kegiatan yang direncanakan untuk mendukung tercapainya tujuan. Sedangkan Stufflebeam (dalam Arikunto, 2004 : 1), mengungkapkan bahwa evaluasi merupakan proses penggambaran, pencarian dan pemberian informasi yang bermanfaat bagi pengambil keputusan dalam menentukan alternative keputusan.
Fungsi utama evaluasi, pertama memberi informasi yang valid dan dapat dipercaya mengenai kinerja kebijakan, yaitu seberapa jauh kebutuhan, nilai dan kesempatan yang telah dicapai melalui tindakan public. Kedua, evaluasi memberi sumbangan pada klarifikasi dan kritik terhadap nilai-nilai yang mendasari pemilihan tujuan dan target, nilai diperjelas dengan mendefinisikan dan mengoperasikan tujuan dan target. Nilai juga dikritik dengan menanyakan secara sistematis kepantasan tujuan dan taget dalam hubungan dengan masalah yang dituju yang dapat menganalisis alternative sumber nilai (misalnya kepentingan kelompok) maupun landasan mereka dalam berbagai bentuk rasionalitas (misalnya teknis, ekonomis, legal, social, substantif). Nugroho (2004 : 185) mengatakan bahwa evaluasi akan memberikan informasi yang valid dan dapat dipercaya mengenai kinerja kebijakan yaitu seberapa jauh kebutuhan, nilai dan kesempatan yang telah dicapai melalui tindakan public.

2.2 Pengertian Program
Program dapat diartikan menjadi dua istilah yaitu program dalam arti khusus dan program dalam arti umum. Pengertian secara umum dapat diartikan bahwa program adalah sebuah bentuk rencana yang akan dilakukan. Apabila “program” dikaitkan langsung dengan evaluasi program maka program didefinisikan sebagai unit atau kesatuan kegiatan yang merupakan realisasi atau implementasi dari kebijakan, berlangsung dalam proses yang berkesinambungan dan terjadi dalam suatu organisasi yang melibatkan sekelompok orang.
Dengan demikian yang perlu ditekankan bahwa program terdapat tiga unsur penting yaitu :
a. Program adalah realisasi atau implementasi dari suatu kebijakan.
b. Terjadi dalam kurun waktu yang lama dan bukan kegiatan tunggal tetapi jamak berkesinambungan.
c. Terjadi dalam organisasi yang melibatkan sekelompok orang.

2.3  Pengertian Evaluasi program
evaluasi program adalah upaya menyediakan informasi untuk disampaikan kepada pengambil keputusan. Ralp Tyler, 1950 (dalam Suharsimi, 2007) mendefinisikan bahwa evaluasi program adalah proses untuk mengetahui apakah tujuan program sudah dapat terealisasi. Sedangkan Cronbach (1963) dan Stufflebeam (1971) evaluasi program adalah upaya menyediakan informasi untuk disampaikan kepada pengambil keputusan.
Suharsimi Arikunto dan Abdul Jabar (2004 ; 14) Evalusi program adalah proses penetapan secara sistematis tentang nilai, tujuan, efektivitas atau kecocokan sesuatu sesuai dengan kriteria dan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Proses penetapan keputusan itu didasarkan atas perbandingan secara hati-hati terhadap data yang diobservasi dengan menggunakan standard tertentu yang telah di bakukan. Dari berbagai definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan evaluasi program adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu program pemerintah yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternative atau pilihan yang tepat dalam mengambil sebuah keputusan.
Dengan melakukan evaluasi maka akan ditemukan fakta berupa data yang positv ataupun negatif.Evaluasi yang dilakukan secara professional akan menghasilkan temuan yang obyektif yaitu temuan apa adanya; baik data, analisis dan kesimpulannya tidak dimanipulasi sesuai dengan fakta sebenarnya dan objektif.
Adapun ciri-ciri persyaratan program adalah :
1.      Proses kegitan penelitian tidak menyimpang dai kaidah-kaidah yang berlaku bagi penelitian pada umumnya.
2.      Dalam melaksanakan evaluasi,penelitian harus berfikir secara sistematis,yaitu memandang program yang diteliti sebagai kesatuan yang terdiri dari beberapa komponen atau unsur yang saling berkaitan satu sama lain dalam menunjuang keberhasilan kinerja dari objek yang akan dievaluasi
3.      Agar dapat mengetahui secara rinci kondisi dari objek yang dievaluasi perlu adanya identifikasi komponen yang berkedudukan sebagai faktor penentu bagi keberhasilan program.
4.      Mengunakan standart,kriteria,atau tolak ukur sebagai perbandingan dalam menentukan kondisi nyata dari yang diperoleh untuk mengambil kepuusan dan kesimpulan.
5.      Kesimpulan sebagai masukan ataupun rekomendasi
6.      Standart,kriteria atau tolak ukur diterapkan pada indikator yaitu bagian yang terkecil dri program untuk tahu apa saja kelemahan dalam program tersebut.
7.      Dari hasil penelitian dapat disusun sebuah rekomendasi secara rinci dan tepat.
Komponen
2.3Kedudukan Evaluasi Dalam Pembelajaran
            Kata pembelajaran berasal dari belajar.Dalam arti pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu proses atau cara yang dilakukan agar seseorang dapat melakukan kegiatan belajar,sedangkan belajar adalah sutau proses prubahan tingkah laku karena interaksi individu dengan lingkungan dan pengalaman.
            Istilah “pembelajaran”(instruction)berbeda dengan istilah “Pengajaran”(teaching).Kata ”Pengajaran” (teaching) bersifat formal dan hanya ada didalam konteks guru dengan peserta didik di kelas/di sekolah,sedangkan kata pembelajaran itu tidak hanya dalam konteks guru dengan peserta didik dikelas secara formal akan tetapi juga meliputi kegiatan-kegiatan belajar peserta didik di kelas secara formalkan tetapi juga meliputi kegiatan-kegiatan belajar peserta didik.
Berdasarkan rumusan diatas :
1.      Pembelajaran adalah suatu program.Ciri suatu program adalah sistematik,sistemik,dan terencana.
2.      Setelah pemebelajaran berproses,tentu guru perlu mengetahui keefektifan dan efisieni semua komponen yang ada dalam proses pembelajaran.
3.      Pembelajaran bersifat interaktif dan komunikatif.Interaktif artinya kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang bersifat mempengaruhi,tidak didominasioleh satu komponen saja.Bahasa yang baik dan benar tidak digunakan daam komunikasi sebagai penghubung antara guru dan murid.
4.      Dalam proses pembelajaran,guru hendaknya dapat menciptakan kondisi-kondisi yang memunngkinkan terjadinya kegiatan belajar peserta didik.
5.      Proses pembelajaran dimaksud agar guru dpat mencapai tujuan pembelajaran dan peserta didik dapat mengusai kompetensi yang telh ditetapkan.

2.4  Prestasi Belajar
Kata “prestasi” berasal dari bahasa belanda yaitu prestatie yang berarti hasil usaha (achievement) berbeda dengan “Hasil belajar”(Learning outcome).hasil belajar berhubungan dengan aspek pembentukan watak peserta didik.Prestasi belajar sebagai indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai peserta didik.Prestasi belajar sebagai lamabang pemuasaan hasrat ingin tahu.
Prestasi belajar sebagai bahan informasi dalam inovasi pendidikan asumsinya adalah prestasi dapat dijadikan pendorong bagi prestasi belajar dapat dijadikan pendorong bagi peserta didik dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi,dan berperan sebagai umpan balik (feedback) dalam meningkatkan mutu pendidikan.Prestasi belajar sebagai indikator intern dan ekstern dari institusi dapat dijadikan indikator tingkat produktivitas suatu institusi.



2.5  Pengertian Metode CIPP
Riset yang dilakukan menggunakan metodologiaction research untuk meningkatkan kerangka kerja dalam penerapan data dimana obyek tersebut menjadi kajian penelitian. Action researchadalah jenis metodologi riset yang dilakukan dengan secara aktif terjun langsung pada pemberi kebijakan yang akan diteliti, dalam hal ini, penulis ikut bekerja di dalam Balai Pelatihan Pendidikan Kejuruan. Teknik yang dilakukan dengan cara:
    • mengobservasi praktisi Balai Pelatihan Pendidikan Kejuruan,
    • action learning,
    • interview tak terjadwal, dan
    • studi informasi yang tersimpan.
     Dengan melakukan action learning, penulis membuat dokumentasi terhadap setiap interaksi dengan kegiatan di Balai Pelatihan Pendidikan Kejuruan.  Untuk kriteria evaluasi kinerja,  riset yang penulis lakukan  adalah membuat kerangka evaluasi yaitu:
• Selalu mencari cara untuk   mengatasi latar belakang masalah sesegera mungkin.
• Selalu    mencari   cara   untuk meningkatkanframework yang  sudah ada untuk menunjukkan bahwa riset memiliki hasil yang menguntungkan.
      Terdapat banyak model evaluasi program yang digunakan para ahli. Salah satunya adalah model CIPP ( Context – input – process – product). Model ini dikembangkan oleh Stufflebeam , model CIPP oleh Stufflebeam 1971 (dari Ward Mitchell Cates, 1990) . Model CIPP (1971) melihat kepada empat dimensi yaitu dimensi Konteks, dimensi Input, dimensi Proses dan dimensi Produk.
      Keunikan model ini adalah pada setiap tipe evaluasi terkait pada perangkat pengambil keputusan (decission) yang menyangkut perencanaan dan operasional sebuah program. Keunggulan model CIPP memberikan suatu format evaluasi yang komprehensif pada setiap tahapan evaluasi yaitu tahap konteks, masukan, proses, dan produk. Untuk memahami hubungan model CIPP dengan pembuat keputusan dan akuntabilitas dapat diamati pada visualisasi sebagai berikut :
Tipe Evaluasi
Konteks
Input
Proses
Produk
Pembuat Keputusan
Obyektif
Solusi strategi desain prosedur
Implementasi
Dihentikan Dilanjutkan Dimidifikasi Program Ulang
Akuntabilitas
Rekaman Obyektif
Rekaman pilihan strategi desain dan desain
Rekaman Proses Akutual
Rekaman pencapaian dan keputusan ulang

      Evaluasi konteks mencakup analisis masalah yang berkaitan dengan lingkungan program atau kondisi obyektif yang akan dilaksanakan. Berisi tentang analisis kekuatan dan kelemahan obyek tertentu. Stufflebeam menyatakan evaluasi konteks sebagai fokus institusi yang mengidentifikasi peluang dan menilai kebutuhan (1983). Suatu kebutuhan dirumuskan sebagai suatu kesenjangan ( discrepancy view ) kondisi nyata ( reality ) dengan kondisi yang diharapkan ( ideality ). Dengan kata lain evaluasi konteks berhubungan dengan analisis masalah kekuatan dan kelemahan dari obyek tertentu yang akan atau sedang berjalan. Evaluasi konteks memberikan informasi bagi pengambil keputusan dalam perencanaan suatu program yang akan on going. Selain itu, konteks juga bermaksud bagaimana rasionalnya suatu program. Analisis ini akan membantu dalam merencanakan keputusan, menentapkan kebutuhan dan merumuskan tujuan program secara lebih terarah dan demokratis. Evaluasi konteks juga mendiagnostik suatu kebutuhan yang selayaknya tersedia sehingga tidak menimbulkan kerugian jangka panjang ( Isaac and Michael:1981)
      Evaluasi input meliputi analisis personal yang berhubungan dengan bagaimana penggunaan sumber-sumber yang tersedia, alternatif-alternatif strategi yang harus dipertimbangkan untuk mencapai suatu program. Mengidentifikasi dan menilai kapabilitas sistem, anternatif strategi program, desain prosedur untuk strategi implementasi, pembiayaan dan penjadwalan. Evaluasi masukan bermanfaat untuk membimbing pemilihan strategi program dalam menspesifikasikan rancangan prosedural. Informasi dan data yang terkumpul dapat digunakan untuk menentukan sumber dan strategi dalam keterbatasan yang ada. Pertanyaan yang mendasar adalah bagaimana rencana penggunaan sumber-sumber yang ada sebagai upaya memperoleh rencana program yang efektif dan efisien.
      Evaluasi proses merupakan evaluasi yang dirancang dan diaplikasikan dalam praktik implementasi kegiatan. Termasuk mengidentifikasi permasalahan prosedur baik tatalaksana kejadian dan aktifitas. Setiap aktivitas dimonitor perubahan-perubahan yang terjadi secara jujur dan cermat. Pencatatan aktivitas harian demikian penting karena berguna bagi pengambil keputusan untuk menentukan tindak lanjut penyempurnaan. Disamping itu catatan akan berguna untuk menentukan kekuatan dan kelemahan atau program ketika dikaitkan dengan keluaran yang ditemukan. Tujuan utama evaluasi proses seperti yang dikemukakan oleh Worthen and Sanders(1973), yaitu :
  1. Mengetahui kelemahan selama pelaksanaan termasuk hal-hal yang    baik untuk dipertahankan,
  2. Memperoleh informasi mengenai keputusan yang ditetapkan, dan
  3. Memelihara catatan-catatan lapangan mengenai hal-hal penting saat implementasi dilaksanakan.
      Evaluasi produk merupakan kumpulan deskripsi dan “judgement outcomes” dalam hubungannya dengan konteks, input, dan proses, kemudian di interprestasikan harga dan jasa yang diberikan ( Stuflebeam and Shinkfield : 1986). Evaluasi produk adalah evaluasi mengukur keberhasilan pencapaian tujuan. Evaluasi ini merupakan catatan pencapaian hasil dan keputusan-keputuasan untuk perbaikan dan aktualisasi. Aktivitas evauasi produk adalah mengukur dan menafsirkan hasil yang telah dicapai. Pengukuran dkembangkan dan di administrasikan secara cermat dan teliti. Keakuratan analisis akan menjadi bahan penarikan kesimpulan dan pengajuan saran sesuai standar kelayakan. Secara garis besar, kegiatan evaluasi produk meliputi kegiatan penetapan tujuan operasional program, kriteria-kriteria pengukuran yang telah dicapai, membandingkannya antara kenyataan lapangan dengan rumusan tujuan, dan menyusun penafsiran secara rasional.
         Analisis produk ini diperlukan pembanding antara tujuan, yang ditetapkan dalam rancangan dengan hasil program yang dicapai. Hasil yang dinilai dapat berupa skor tes, prosentase, data observasi, diagram data, sosiometri dan sebaginya yang dapat ditelusuri kaitanya dengan tujuan-tujuan yang lebih rinci. Selanjutnya dilakukan analisis kualitatif tentang mengapa hasilnya seperti itu.
      Keputusan-keputusan yang diambil dari penilaian implementasi pada setiap tahapan evaluasi program diklasifikasikan dalam tiga katagori yaitu rendah, moderat, dan tinggi.
     Model CIPP merupakan model yang berorientasi kepada pemegang keputusan. Model ini membagi evaluasi dalam empat macam, yaitu :            
1)    Evaluasi konteks melayani keputusan perencanaan, yaitu membantu merencanakan pilihan keputusan, menentukan kebutuhan yang akan dicapai dan merumuskan tujuan program.
2)    Evaluasi masukan untuk keputusan strukturisasi yaitu menolong mengatur keputusan menentukan sumber-sumber yang tersedia, alternatif-alternatif yang diambil, rencana dan strategi untuk mencapai kebutuhan, serta prosedur kerja untuk mencapai tujuan yang dimaksud.
3)    Evaluasi proses melayani keputusan implementasi, yaitu membantu keputusan sampai sejauh mana program telah dilaksanakan.  
4)    Evaluasi produk untuk melayani daur ulang keputusan.Keunggulan model CIPP merupakan system kerja yang dinamis.
Keempat macam evaluasi tersebut divisualisasikan sebagi berikut : 
       Bentuk pendekatan dalam melakukan evaluasi yang sering digunakan yaitu pendekatan eksperimental, pendekatan yang berorientasi pada tujuan, yang berfokus pada keputusan, berorientasi pada pemakai dan pendekatan yang responsive yang berorientasi terhadap target keberhasilan dalam evaluasi.
      Jenis  konsep evaluasi diantaranya ; yaitu evaluasi formatif dan sumatif. Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan selama program itu berjalan untuk memberikan informasi yang berguna kepada pemimpin program untuk perbaikan program. Sedangkan evaluasi sumatif dilakukan pada akhir program untuk memberikan informasi konsumen tentang manfaat atau kegunaan program.
      Bentuk kegiatan dalam evaluasi adalah evaluasi internal dan eksternal. Evaluasi internal dilakukan oleh evaluator dari dalam proyek sedangkan eksternal dilakukan evaluator dari luar institusi.

2.6  Pengertian Disiplin
Disiplin siswa adalah suatu sikap tingkah laku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari perusahaan baik tertulis maupun tidak tertulis( Alex S. Nitisemito(1984: 199) ).Displin adalah kegiatan manajemen untuk menjalankan standar organisasional(   T.HaniHandoko(1994:208) ).
Disiplin adalah sebagai sikap seseorang atau kelompok yang berniat untuk mengikuti aturan-aturan yang telah diterapkan (dalam yuspratiwi, 1990 ). Mengikut Kamus Bahasa Melayu terbitan Utusan Publication and Distributors Sdn. Bhd. (1995) mendefinisikan disiplin sebagai “ kepatuhan, kesetiaan dan ketaatan kepada peraturan-peraturan yang ditetapkan”.  Manakala mengikut Kamus Dewan Edisi Baru Terbitan DBP, KL (1989) mendefinisikan disiplin sebagai “Latihan terutamanya pemikiran dan kelakuan supaya boleh mengawal diri sendiri mengikut peraturan yang ditetapkan dan sekiranya ini berlaku sebaliknya hukuman atau denda dikenakan.
Mengikut Barbara An Kipter, Ph.D dalam Roger’s 21st Century Thesaurus, beliau mengatakan disiplin itu adalah “latihan dan dendaan (Training and punishment)”. Dan yang mempengaruhi disiplin salah satunya adalah kepemimpinan. Sebagai landasan penguraian mengenai apa yang dimaksud dengan kepemimpinan , terlebih dahulu akan dikemukakan beberapa definisi dari beberapa ahli :Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk  mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24).








BAB III
METODE PENGUMPULAN DATA
3.1 Metode Pengumpulan Data
A.Kerangka Konseptual Disiplin
Disiplin adalah keterkaitan seseorang terhadap aturan-aturan yg di berikan instansi kependidikan.
B.Defenisi Operasional Disiplin
Definisi operasional merupakan seperangkat petunjuk atau kriteria atau operasi yang lengkap tentang apa yang harus diamati dan bagaimana mengamatinya dengan memiliki rujukan-rujukan empiris. Bertujuan untuk memudahkan peneliti dalam melaksanakan penelitian dilapangan. Oleh karena itu diperlukan operasionalisasinya dari konsep-konsep yang menggambarkan tentang apa yang harus diamati (Nawawi, 1998 ; 120).
Disiplin adalah keterikatan perilaku siswa terhadap aturan-aturan yang di berikan sekolah.Disiplin siswa meliputi tiga dimensi yaitu : disiplin di kelas,mematuhi peraturan sekolah Hadir tepat waktu, mengumpulkan tugas tepat waktu, bayar uang sekolah tepat waktu.
Indikator adalah hal atau fakta lapangan yang menjadi alasan dalam pelaksanaan program. Yang menjadi indikator dalam penggunaan program ini adalah :

1.      Hadir tepat waktu maksudnya tampilan perilaku siswa dalam mengatur waktu yang di tentukan sekolah.
2.      Mengumpulkan tugas tepat waktu maksudnya tampilan prilaku siswa dalam menepati janji yang telah di tetapkan guru.
3.      Bayar uang sekolah tepat waktu maksudnya tampilan prilaku siswa dalam melaksanakan kewajiban yang di berikan pihak sekolah.

3.1 Tempat Waktu Evaluasi
Adapun tempat penelitian adalah SMA NEGERI I BABALAN P.BRANDAN Kec.Babalan Kab.Langkat

3.2              Prosedur Kegiatan
Adapun kegiatan yang akan dilakukan dalam evaluasi program ini adalah:
1.      Perencanaan
Mengidentifikasikan berbagai hal terkait dengan masalah disiplin siswa.Melakukan pengamatan melalui dengan melihat gejala-gejala yang terjadi dan dialami oleh siswa : disiplin di kelas,mematuhi peraturan sekolah Hadir tepat waktu, mengumpulkan tugas tepat waktu, bayar uang sekolah tepat waktu.
·         Penelitian direncanakan 2 siklus
·         Menyusun satuan layanan
·         membuat angket tentang disiplin
·         Membuat format observasi pembelajaran
·         Menyiapkan kelengkapan administrasi : alat evaluasi dan daftar wawancara,daftar angket,perlengkapan observasi.
2.      Tindakan/ aksi
Pada kegiatan ini tindakan dilakukan peneliti bersama guru BK menerapkan metode CIPP dalam meningkatkan disiplin belajar
Langkah – langkah tindakan yang di berikanpembimbing adalah berikut:
·         Menentukan aktifitas yang akan dilakukan dalam layanan
·         Guru pembimbing menjalankan langkah-langkah yang telah direncanakan
·         Menentukan jadwal perencanaan
·         Menentukan instrumen yang digunakan
·         Menentukan biaya yang dibutuhkan
·         Memanfaatkan sarana dan prasarana
3.4Populasi dan Sampel
Adapun populasi nya adalah Siswa kls XI IPS SMA NEGERI I BABALAN P.BRANDAN,yang berjumlah 40 orang.
3.5 Alat pengumpulan Data
·         Observasi
Dari perencanaan yang sudah direncanakan dan tindakan dilakukan observasi Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan fenomena-fenomena yang diselidiki secara sistematik.Pada dasarnya observasi bertujuan untuk mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas, dan makna kejadian dilihat dan perspektif mereka terlibat dalam kejadian yang diamatitersebut data yang didapat akan lebih relevan.
·         Wawancara
Wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan jalan mengadakan komunikasi dengan sumber data.Komunikasi tersebut dilakukan dengan dialog (Tanya jawab) secara lisan, baik langsung maupun tidak langsung (I.Djumhur dan Muh.Surya, 1985).Berdasarkan hasil wawancara dengan guru yang mengajar dikelas menyatakan bahwa Permasalahan tentang disiplin timbul diantaranya  karena :
·         Banyak siswa yang tidak mengerti arti disiplin.
·         Banyak  siswa yang tidak mengerti akan fungsi disiplin
·         Banyak siswa yang menganggap enteng disiplin

·         Angket
Angket adalah suatu daftar yang berisi pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh orang/anak yang ingin diselidiki atau responden, (Bimo Walgito, 1987).

3.6 Defenisi Dimensi/Aspek
TABEL PENELUSURAN DATA DAN INSTRUMEN DATA EVALUASI PROGRAM MENGGUNAKAN MODEL CIPP
NO
Variabel
Dimensi
Aspek
Indikator
kriteria
Sumber data
Alat peng.data
Analisis data
1.
Conteks
·   Siswa yang tidak disiplin dalam belajar
·   Motivasi siswa untuk disiplin
·   Minat siswa untuk memberi respon
·   Kebutuhan siswa terhadap pentingnya sikap disiplin
·   Metode yang digunakan dalam menerapkan disiplin dalam pembelajaran
Disiplin









- disiplin di kelas
- mematuhi peraturan sekolah
- Hadir tepat waktumengumpul
kan tugas
tepat waktu
-bayar uang sekolah tepat waktu.
-Orang Tua
-Konseli itu sendiri
-Guru kelas/wali kelas
Wawancara
Observasi
angket
kualitatif
2.
 Input
·   Menentukan siswa yang akan ikut program
·   Menentukan strategi pembelajaran yang akan diberikan kepada siswa

·   apa pelaksanaan program

·    siapa yang akan menjalankan program
·   Menyediakan media pembelajaran yang akan digunakan
·   Menentukan tempat dan waktu pelaksanaan program
·   Menyediakan biaya yang akan dibutuhkan
·   Menyediakan Instrumen yang akan dipakai






3.
 Proses
·   Menjalan kan langkah-langkah yang telah direncanakan
(Pelaksanaan program  )
·   Melihat dan mencatat respon apa yang diberikan siswa terhadap materi
·   Mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dialami selama program dilaksanakan
·   Mengidentifikasi sarana dan prasrana yang digunakan tepat/tidak
·   Sanggup/tidak pemberi layanan



-siswa itu sendiri
-observasi

4.
 Produk
·   Jumlah siswa yang mengalami perubahan dalam disiplin
·   Minat dan motivasi dalam menerapkan disiplin
·   Membandingkan hasil yang diperroleh dengan kriteria yang telah ditetapkan
(mengukur hasil pencapaian program)
·         Alternatif bantuan


-siswa
-orang tua
-wali kelas
-guru bidang studi
Observasi
Wawancara
Daftar nilai harian



3.8 Instrumen
·         Tes
·         Nontest
3.9 Sumber Data
a)                  Siswa
Siswa sebagai objek dari pelaksanaan program siswa kelas XI IPS SMA dengan jumlah siswa 40 orang.
b)                  Wali kelas
Wali kelas menjadi sumber data untuk penggunaan dokumen nilai-nilai siswa dan data siswa yang akan ikut program.
c)                  Guru bidang studi
Dalam pelaksanaan program  ini Guru bidang studi menjadi sumber untuk mendapatkan data tentang keadaan dikelas. Selain itu guru bidang studi sekaligus menjadi pelaksana program dalam proses pelaksaan program dikelas.
d)                 Daftar Nilai
Daftar nilai digunakan untuk mengidentifikasi siswa yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi secara lisan dilihat dari nilai siswa yang rendah.
e)                  Orang Tua
Untuk mengetahui keadaan siswa pada saat diluar jam sekolah

3.9 Teknik Analisis
Analisa data adalah mengelompokkan, membuat suatu urutan, memanipulasi serta menyingkatkan data sehingga mudah untuk dibaca. Step pertama dalam analisa adalah membagi data atas kelompok atau kategori-kategori. Kategori tidak lain dari bagian-bagian. Beberapa ciri dalam membuat kategori, adalah:
a. Kategori harus dibuat sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian.
b. Kategori harus lengkap
c. Kategori harus bebas dan terpisah
d. Tiap kategori harus berasal dari satu kaidah klasifikasi
e. Tiap kategori harus dalam satu level.
Kategori harus sesuai dengan masalah penelitian, sehingga kategori tersebut dapat mencapai tujuan penelitian dalam memecahkan masalah. Dengan demikian, analisa yang dibuat akan sesuai dengan keinginan untuk memecahkan masalah. Kategori yang dibuat juga harus dapat menguji hipotesa yang dirumuskan.
Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif yang memberikan gambaran dengan jelas makna dari indikator-indikator yang ada, membandingkan dan menghubungkan antara indikator yang satu dengan indikator lain. 
Dengan mengunakan metode observasi dan wawancara dapat diketahui fakta yang terjadi bahwa banyak sekali siswa yang tidak memiliki kesadaran dalam disiplin,baik disiplin belajar maupun disiplin waktu.
3.10Kriteria Keberhasilan
Adapun kriteria keberhasilan yang diharapkan dari pelaksanaan program ini adalah.
ü  Perubahan  jumlah siswa yang disiplin > 40 % siswa
ü  Perubahan  minat dan motivasi dalam menerapkan disiplin belajar  jumlah siswa yang mau bertanya, mengajukan pendapat, dan melalui penugasan yang berikan guru tepat dikumpul kan,datang ke sekolah tepat waktu,disiplin dikelas














Daftar Pustaka
Arifin,Suharsimi.dkk.2010.Evaluasi Program Pendidikan.Jakarta:Bumi Aksara.
Arifin,Zaenal.2009.Evaluasi Pembelajaran.Bandung:Remaja Rosdokarya.
Syaefudin,Udin.2008.Inovasi Pendidikan.Bandung:Alfabeta.



















DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
            A.Latar Belakang Masalah
            B.Rumusan Masalah
            C.Tujuan Masalah
            D.Manfaat Penelitian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
a.       Pengertian Evaluasi
b.      Pengertian Program
c.       Perngertian Evaluasi Program
d.      Pengertian Prestasi Belajar
e.       Pengertian Metode CIPP
f.       Pengertian Disiplin
BAB III METEODOLOGI PENELITIAN
            3.1 Defenisi Konseptual dan Opresional
            3.2 Tempat Dan Waktu Penelitian
            3.3 Prosedur Dan Kegiatan
            3.4 Populasi Dan Sampel
            3.5 Pengumpulan Data
            3.6 Defenisi Dimensi/aspek
            3.7 Instrumen
            3.8 Responden
            3.9 Analisis Data
            3.10 Kriteria Keberhasilan
DAFTAR PUSTAKA




EVALUASI PROGRAM PENINGKATAN DISIPLIN DALAM BELAJAR SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 BABALAN
D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
BERTHALIA FANNY ART
Nim. 109351005
Jurusan Pendidikan Psikologi dan Bimbingan
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2011/2012

           

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar